B A B IV

PERSYARATAN TEKNIK

Pasal 36

Pemilik izin harus mengetahui perlengkapan atau peralatan stasiun radio nya.

Pasal 37

  1. Persyaratan teknik sebagaimana tersebut dalam Bab ini merupakan persyaratan minimum bagi pelaksanaan Kegiatan Amatir Radio.

  2. Bila diperlukan, Dirjen dapat menetapkan :

    1. Persyaratan tambahan.

    2. Memperketat persyaratan teknik yang berlaku.

Pasal 38

Pemilik izin harus mampu membuktikan bahwa pancaran yang dilakukan melalui perangkat pemancarnya tidak pernah melebihi batas-batas band frekwensi untuk dinas amatir dan daya pemancar serta lebar band yang diperlukan tidak melebihi ketentuan yang berlaku baginya.

Pasal 39

  1. Daya pemancar adalah daya efektif yang dicatukan keantena.

  2. Daya pemancar maksimum yang diizinkan bagi setiap tingkatan Amatir Radio adalah sebagai berikut :

    1. Tingkat Pemula : 10 watt.

    2. Tingkat Siaga :

      1. pada band frekwensi dibawah 30 Mhz, 10 Watt.

      2. pada band frekwensi diatas 30 Mhz, 30 Watt.

    3. Tingkat Penggalang :

      1. pada band frekwensi dibawah 30 Mhz, 150 Watt.

      2. pada band frekwensi diatas 30 Mhz, 75 Watt.

    4. Tingkat Penegak :

      1. pada band frekwensi dibawah 30 Mhz, 500 Watt.

      2. pada band frekwensi diatas 30 Mhz, 180 Watt.

Pasal 40

  1. Lebar band yang diperlukan untuk suatu kelas emisi (Lampiran-XII) tertentu adalah lebar dari band frekwensi yang cukup untuk menjamin penyaluran suatu informasi dengan kecepatan dan mutu yang memenuhi persyaratan tertentu.

  2. Lebar band maksimum yang diizinkan dalam suatu emisi tertentu tidak boleh melebihi lebar band yang diperlukan untuk kelas emisi tersebut pada band frekwensi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41.

Pasal 41

  1. Band frekwensi, kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan bagi tingkat Pemula adalah sebagai berikut :

    Band Frekwensi Kelas emisi dan Catatan
    dalam Mhz lebar band maksimum



    V H F :

    144,00 - 145,80 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,16K0F3E

    146,00 - 148,00 - s d a - 2)

    (2) Band frekwensi, kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan bagi tingkat Siaga adalah sebagai berikut :

    Band Frekwensi Kelas emisi dan Catatan dalam Mhz lebar band maksimum



    H F :

    3,50 - 3,90 200HA1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E 2)

    7,00 - 7,035 200HA1A,2K20A2A

    21,00 - 21,10 - s d a -

    28,00 - 28,40 - s d a -


    V H F

    144,00 - 145,80 3K00R3E,3K00J3E,3KOOH3E,1k20F1A,

    16K0F2A,16K0F2B,16K0F3E

    146,00 - 148,00 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,16K0F3E 2)


    U H F :

    430,00 - 435,00 16K0F2A,16K0F2B,16K0F3E 3)

    438,00 - 440,00 16K0F3E 3)

  2. Band frekwensi, kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan bagi tingkat Penggalang adalah sebagai berikut :

    Band Frekwensi Kelas emisi dan Catatan
    dalam Mhz lebar band maksimum


    M F:

    1,8 - 2,0 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B 2)

    3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E


    H F :

    3,50 - 3,90 200HA1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E 2)

    3,50 - 3,775 1K20F1A,1K20F1D.

    3,775 - 3,90 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    7,0 - 7,1 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B,1K20F1A.

    7,075 - 7,1 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    21,0 - 21,45 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B

    21,10 - 21,25 1K20F1A,1K20F1B.

    21,25 - 21,45 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    28,00 - 29,700 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B

    28,00 - 28,50 1K20F1A,1K20F1B.

    28,500 - 28,700 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E -


    V H F

    50,00 - 54,00 200HA1A

    50,10 - 54,00 2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,

    1K20F1A,16K0F2A,1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.

    144,00 - 144,10 200HA1A 2)

    144,10 - 146,00 2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E,3KOOH3E,6K00A3E,

    1K20F1A,16K0F2A,1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.

    146,00 - 148,00 200HA1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E, 2)

    3K00H3E,6K00A3E,1K20F1A,16K0F2A,1K20F1B,

    16K0F2B,16K0F3E.


    U H F :

    430,00 - 440,00 200H1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E, 3)

    3K00H3E,6K00A3E,1K20F1A,16K0F2A,

    1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E 16K0F3E

    1240,00-1300,00 A1A,A1B,A3E,H3E,J3E,R3E,F1A,

    F2A,F1B,F2B,F3E,F3C,G3E.

    Penggunaan lebar band tidak dibatasi,sepanjang masih bekerja didalam band frekwensi yang dialokasikan untuk Amatir Radio.

    2300,00-2450,00 - s d a -


    S H F :

    3300,00-3500,00 - S D A - 3)

    5650,00-5850,00 - S D A - 3)

    10000,00-10500,00 - S D A - 3)

    24000,00-24050,00 - S D A - 3)


    E H F :

    47.000,00-47.200,00 - S D A -

    75.500,00-76.000,00 - S D A -

    76.000,00-81.000,00 - S D A - 3)

    142.000,00-144.000,00 - S D A -

    144.000,00-149.000,00 - S D A - 3)

    241.000,00-240.000,00 - S D A - 3)

    240.000,00-250.000,00 - S D A -

  3. ==


  4. Band frekwensi, kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan bagi tingkat Penegak adalah sebagai berikut :


    Band Frekwensi Kelas emisi dan Catatan
    dalam Mhz lebar band maksimum


    M F:

    1,8 - 2,0 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B 2)

    3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E


    H F :

    3,50 - 3,90 200HA1A,2K20A2A,2k20A2A,2K20A2B, 2)

    3,50 - 3,775 1K20F1A,1K20F1D.

    3,775 - 3,90 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    7,0 - 7,1 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B,1K20F1A.

    7,075 - 7,1 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    10,1 - 10,15 Akan ditetapkan kemudian. 3)

    14,0 - 14,35 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B,

    14,0 - 14,2 1K20F1A,1K20F11B.

    14,2 - 14,35 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K003E,6K00F3E.

    18,060 - 18,160 Akan ditetapkan kemudian. 1)

    21,0 - 21,45 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B

    21,10 - 21,25 1K20F1A,1K20F1B.

    21,25 - 21,45 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E.

    24,890 - 24,990 Akan ditetapkan kemudian 1)

    28,00 - 29,700 200HA1A,200HA1B,2K20A2A,2K20A2B

    28,00 - 28,50 1K20F1A,1K20F1B.

    28,500 - 28,700 3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,6K00F3E -


    V H F

    50,00 - 54,00 200HA1A

    50,10 - 54,00 2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E,3K00H3E,6K00A3E,

    1K20F1A,16K0F2A,1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.

    144,00 - 144,10 200HA1A

    144,10 - 146,00 2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E,3KOOH3E,6K00A3E,

    1K20F1A,16K0F2A,1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.

    146,00 - 148,00 200HA1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E, 2)

    3K00H3E,6K00A3E,1K20F1A,16K0F2A,

    1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.


    U H F :

    430,00 - 440,00 200H1A,2K20A2A,3K00R3E,3K00J3E, 3)

    3K00H3E,6K00A3E,1K20F1A,16K0F2A,

    1K20F1B,16K0F2B,16K0F3E.

    1240,00-1300,00 A1A,A1B,A3E,H3E,J3E,R3E,F1A,

    F2A,F1B,F2B,F3E,F3C,G3E.

    Penggunaan lebar band tidak dibatasi,sepanjang masih bekerja didalam band frekwensi yang dialokasikan untuk Amatir Radio.


    2300,00-2450,00 - s d a -


    S H F :

    3300,00-3500,00 - S D A - 3)

    5650,00-5850,00 - S D A - 3)

    10000,00-10500,00 - S D A - 3)

    24000,00-24050,00 - S D A - 3)


    E H F :

    47.000,00-47.200,00 - S D A -

    75.500,00-76.000,00 - S D A -

    76.000,00-81.000,00 - S D A - 3)

    142.000,00-144.000,00 - S D A -

    144.000,00-149.000,00 - S D A - 3)

    241.000,00-240.000,00 - S D A - 3)

    240.000,00-250.000,00 - S D A -


  5. Angka - angka yang dimaksud pada kolom catatan dalam ayat (1) sampai dengan (4) adalah sebagai berikut :

  1. angka 1) menyatakan band frekwensi ini hanya boleh dipergunakan untuk kegiatan Amatir Radio sesudah tanggal 1 Juli 1989.

  2. angka 2) menyatakan band frekwensi ini dipergunakan bersama dengan dinas hubungan radio lain dengan status yang sama (primer) baik di Indonesia maupun di Region 3.

  3. angka 3) menyatakan band frekwensi ini dipergunakan bersama dengan dinas hubungan radio lain dimana dinas Radio Amatir berstatus sekunder terhadap dinas radio lain tersebut, yang berarti bahwa stasiun Radio Amatir :

1) tidak boleh mengganggu stasiun radio lain yang berstatus primer didalam band frekwensi ini dan

2) tidak mendapat proteksi terhadap kemungkinan gangguan dari stasiun radio lain tersebut.

Pasal 42

  1. Band frekwensi yang khusus dipergunakan untuk Kegiatan Amatir Radio dengan mempergunakan sarana satelit adalah :

    29,3 sampai dengan 29,5 Mhz.

    145,8 sampai dengan 146,0 Mhz.

    435,0 sampai dengan 438,0 Mhz,

    1260,0 sampai dengan 1270,0 Mhz.

  2. Band-band pada ayat(1) tidak dibenarkan untuk dipergunakan oleh komunkasi Radio Amatir lain selain melalui satelit Amatir.

  3. Penggunaan band-band frekwensi 435,0-438,0 dan 1260-1270 Mhz oleh Amatir Radio melalui satelit amatir tidak boleh meng-ganggu dinas komunikasi radio lain yang berstatus primer pada band tersebut (Lampiran - X).

Pasal 43

  1. Toleransi frekwensi adalah pergeseran maksimum yang diperbolehkan bagi frekwensi tengah dari band frekwensi yang diduduki oleh suatu emisi terhadap frekwensi yang seharusnya diduduki oleh emisi tersebut.

  2. Toleransi frekwensi dari suatu emisi tidak boleh melebihi :

    1. 100 Hz untuk frekwensi kerja dbawah 30 Mhz

    2. 5 x 10-6 bagian, untuk frekwensi kerja antara 30 Mhz sampai dengan 1 Ghz

    3. 5 x 10-5 bagian, untuk frekwensi kerja antara 1 Ghz sampai dengan 3 Ghz.

    4. Bagi frekwensi kerja diatas 3 Ghz, disesuaikan dengan kemampuan teknologi yang berlaku.

Pasal 44

  1. Emisi tersebar adalah emisi dari suatu frekwensi yang muncul diluar lebar band yang diperlukan, yang levelnya dapat dikurangi tanpa mempengaruhi penyaluran informasi yang bersangkutan.

  2. Emisi tersebar harus dikurangi sampai sekecil mungkin dengan pedoman sebagai berikut :

    1. Pada Frekwensi kerja dibawah 30 Mhz :

      1. Bagi daya pemancar dibawah 100 milliwatt, emisi terbesarnya harus ditekan paling sedikit 40 dB;

      2. Bagi daya pemancar antara 100 miliwatt sampai dengan 1 watt emisi tersebarnya tidak boleh melebihi 10 micro-watt ;

      3. Bagi daya pemancar lebih dari 1 Watt, emisi tersebarnya harus ditekan paling sedikit 50 dB dan besarnya tidak boleh melebihi 1 milliwatt.

    2. Pada frekwensi kerja diatas 30 Mhz :
      1. Bagi daya pemancar dibawah 10 watt, emisi tersebarnya harus ditekan paling sedikit 60 dB ;

      2. Bagi daya pemancar yang melebihi 10 watt besarnya emisi tersebar terukur tidak melebihi 10 micro watt.

Pasal 45

Instalasi Antena

  1. Amatir Radio dibenarkan untuk mendirikan dan memperguna-kan setiap jenis sistem antena yang diperlukan dengan memperhatikan keamanan dan keserasian lingkungan sekitarnya.

  2. Tinggi maksimum antena ditambah dengan menara penyang-ga tidak boleh lebih dari 25 meter dari permukaan tanah, sedangkan bila penyangga antena akan diletakan diatas puncak bangunan yang tinggi harus terlebih dahulu mendapatkan izin bangunan dari yang berwenang.

  3. Bagi Amatir Radio yang akan mendirikan Stasiun Radio Amatir dise-kitar bandara udara,apabila akan mendirikan antena wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan khusus yang ditetapkan oleh yang berwenang dalam keselamatan penerbangan.

  4. Mandirikan sistem antena didalam wilayah bandar udara hanya boleh dilakukan dengan siizin Syahbandar atau yang berwenang di bandar udara tersebut.

  5. Pada dasarnya ketinggian menara penyangga dan antena yang akan didirikan disekitar bandar udara tidak boleh melebihi perbandingan 1 : 100 terhadap jarak lurus terdekat, atau 1(satu) meter ketinggian untuk setiap jarak 100(seratus) meter diukur dari landasan pacu terdekat.

  6. Setiap sistem antena yang berada dalam jarak sampai dengan 3000 meter dari landasan pacu terdekat dan mempunyai ketinggian lebih dari 18 meter harus dilengkapi dengan lampu tanda bahaya dan dinyalakan pada waktu malam hari atau pada cuaca buruk.